Keilmuan Manajemen Proyek Rekayasa yang ada pada Manajemen Rekayasa dengan Pengimplementasiannya
Halo para pembaca...
Saya Dwita Soave Natio Marbun. Saat ini saya belajar di Institut Teknologi Del pada Fakultas Teknologi Industri dengan program studi Manajemen Rekayasa.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya seperti "Manajemen Rekayasa itu bagaimana sih?” Nah, seperti namanya sendiri Manajemen Rekayasa merupakan penggabungan keilmuan manajemen dengan rekayasa(teknik) yang diaplikasikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dalam suatu sistem kompleks. Profil lulusannya di Institut Teknologi Del sendiri adalah Business Development Engineer, Supply Chain Engineer, Project Supervisor, Market Engineer, dan Technical Function Engineer. Agar mahasiswa nantinya mampu mencapai lulusan seperti yang diharapkan tersebut, mahasiswa Manajemen Rekayasa seperti saya dibekali dengan matakuliah yang berhubungan dengan manajemen dan ilmu keteknikan, sebagai contoh saya mengambil salah satu matakuliah yang bernama "Manajamen Proyek Rekayasa" dimana matakuliah ini membekali mahasiswa dengan ilmu/pemahaman yang komprehensif tentang pengetahuan, proses, kemampuan, tools and technique tentang bagaimana merencanakan, mengoptimalkan dan mengelola proyek secara efisien agar dapat diimplementasikan untuk menghasilakan produk, layanan atau hasil lainnya. Dimana hal ini mencakup pengembangan struktur, proses, komponen, dan keterkaitan semua sumber daya untuk keberhasilan pengiriman proyek sesuai jadwal, anggaran, dan persyaratan kualitas dari awal hingga akhir, juga untuk menganalisis masalah potensial selama proyek. Disini saya akan mencoba bebagi informasi ataupun apa saja yang telah saya dapat dari matakuliah Manajemen Proyek Rekayasa tersebut.
Manajemen Proyek
Manajemen dapat
diartikan sebagai suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga tujuan tersebut
tercapai secara tepat guna (efisien) dan efektif. Sumber daya tersebut ialah
bahan, mesin/peralatan, cara kerja/metode, dan modal uang. Proyek merupakan
suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan
alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang
sasarannya sudah digariskan dengan jelas. Proyek mempunyai tiga karakteristik
yaitu bersifat unik, dibutuhkan sumber daya (resources) dan organisasi.
Dari penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Manajemen Proyek adalah
suatu proses manajemen pada suatu proyek dari awal hingga akhir proyek agar
tujuan proyek tercapai dengan baik, tepat waktu, sesuai mutu yang telah
ditetapkan dan sesuai biaya yang disediakan, serta memenuhi keinginan stakeholder.
Pada prinsipnya, manajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan
ketrampilan tools and techniques pada aktivitas proyek agar
persyaratan dan kebutuhan proyek terpenuhi. Manajemen proyek mengacu pada
penerapan pengetahuan, keterampilan, peralatan dan teknik untuk mencapai target
tertentu dalam anggaran dan waktu yang ditentukan kendala.
Tahapan Manajemen Proyek
Pada Manajemen Proyek
terdapat tahap-tahap yang berkaitan. Tahap-tahap ini mencerminkan aktivitas
proyek dari awal mula proyek hingga proyek berakhir. Tahap-tahap tersebut
diantaranya :

1. Initiation
Sebuah proyek dikatakan memasuki tahap ini jika sudah mendapatkan beberapa dokumen seperti SPK (Surat Perintah Kerja), agreement, statement of work (SOW), purchase order atau bentuk kesepakatan lainnya. Initiation ialah tahap permulaan dimana ketika sponsor memberikan mandat kerja kepada project manager.
Proses dari tahap ini menghasilkan dua dokumen penting yaitu project charter dan stakeholder. Project charter berisi kebutuhan proyek seperti project manager, latar belakang kebutuhan organisai terkait pelaksanaan suatu proyek, target yang ingin dicapai, product description, kriteria sukses suatu produk, kendala-kendala yang akan dihadapi, tanggung jawab dan aktivitas baik dari pelaksana proyek maupun customer, anggaran dan durasi. Pada stakeholder, berisi daftar-daftar pemangku kepentingan yang terlibat dalam suatu proyek. Data mengenai stakeholder ini sangat penting untuk mendapatkan masukkan pada tahap perencanaan. Beberapa hal yang perlu dicatat mengenai stakeholder antara lain ialah identitas diri, posisi di dalam organisasi, tingkat kekuasaan (power), tingkat kepentingan (interest), ekspektasi, strategi penanganan. Klasifikasi stakeholder akan memengaruhi strategi penanganan mereka.
2. Planning
Tahap perencanaan ini
berisi Project Scope dan pendefinisian aktivitas untuk
menyelesaikan suatu proyek. Target utama dari tahap ini adalah menghasilkan
dokumen perencanaan proyek atau project management plan.
3. Execution
Tahap execuition
berisi tentang pengendalian jadwal, anggran biaya, dan pengawasan mutu. Tugas
pengelola proyek dalam tahap ini adalah memfasilitasi dan mengawasi tim agar
dapat bekerja sesuai dokumen perencanaan terutama mengawal tim agar tidak behind
schedule maupun over budget. Apabila terdapat perubahan
atau perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan, maka disarankan untuk
melakukan analisis dampak terhadap biaya, waktu, mutu dan risiko, sebelum
perubahan diterapkan dalam bentuk patokan (baseline) baru. Proses
utama dalam tahap ini adalah mengarahkan dan mengelola pelaksanaan proyek ke
arah penyelesaian, sesuai dokumen perencanaan. Seorang Manajer Proyek cukup
mengarahkan, menjelaskan dan memotivasi tim agar proyek dapat berjalan dengan
baik dan lancar.
4. Monitoring and Control
Tujuan utama dalam tahap
pengawasan adalah memastikan agar pelaksanaan proyek tidak jauh menyimpang dari
rencana. Terutama dari sisi waktu, biaya, mutu, dan ruang lingkup pekerjaan.
Manfaat utama dari proses ini adalah bahwa kinerja proyek diukur dan dianalisis
secara berkala.
5. Closing
Closing merupakan proses penyelesaian seluruh
aktivitas dalam pengembangan proyek yang telah dikerjakan, agar ada serah
terima antara pemimpin proyek dan stakeholders dan sebagai
pernyataan bahwa proyek telah selesai dikerjakan dan kontrak kerja pun telah
selesai.
Project Management Knowledge Area
Ini merupakan cakupan
bahasan atau bidang pengetahuan yang terdapat di dalam manajemen proyek. Knowledge
area yang dimaksud terdiri atas :

1. Manajemen Ruang Lingkup Proyek (Project
Scope Management)
Proyek ini mendefinisikan ruang lingkup
pekerjaan (scope) yang harus dilakukan untuk menghasilkan deliverable sesuai
dengan spesifikasi dan jangka waktu yang telah ditetapkan. Deliverable yang
dimaksud bisa berupa : produk, jasa, prosedur, sistem, maupun keluaran dalam
bentuk lain
2. Manajemen Waktu Proyek (Project Time
Management)
Proyek ini meliputi proses yang diperlukan
untuk menyelesaikan proyek sesuai waktu yang ditetapkan. Permasalahan waktu
atau batas waktu pengerjaan proyek ini sangatlah penting, malah terkadang
menjadi hal yang sangat krusial tatkala ada suatu kejadian yang memang
mengharuskan suatu proyek selesai. Mengingat urgensi dari permasalahan atau
faktor waktu inilah, maka sangatlah diperlukan adanya manajemen waktu (project
time management) yang baik.
3. Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Management)
Proyek ini meliputi proses membuat perencanaan, estimasi budget dan
mengontrol biaya agar biaya tidak melebihi anggaran yang ditetapkan
4. Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek (Project
Human Resource Management)
Proyek ini meliputi proses yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan,
mengorganisir dan mengatur project team.
5. Manajemen Resiko Proyek (Project Risk
Management)
Proyek ini meliputi proses yang diperlukan untuk meminimalkan dampak
negatif resiko terhadap keberhasilan proyek.
6. Manajemen Komunikasi Proyek (Project
Communication Management)
Proyek ini bertujuan agar komunikasi dan aliran informasi proyek berjalan
efektif dan efisien.
7. Manajemen Kualitas Proyek (Project Quality
Management)
Proyek ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian kinerja dan hasil proyek
dengan standar mutu yang ditetapkan.
8. Manajemen Pengadaan Proyek (Project
Procurement Management)
Proyek ini meliputi proses yang diperlukan untuk memenuhi pengadaan barang dan
atau jasa yang disediakan oleh vendor atau kontraktor sesuai jadwal.
9. Manajemen Integrasi Proyek (Project
Integration Management)
Proyek ini meliputi proses dan aktifitas yang diperlukan untuk
mengidentifikasi, mendefinisi, mengombinasi, menyatukan dan mengordinasikan
berbagai proses dan aktifitas manajemen proyek dalam suatu proses yang
bersinergi dan berkesinambungan.
Pengimplementasian Manajemen Proyek
Dalam menangani suatu proyek perlu adanya kehati-hatian
serta kecermatan yang matang, ini dikarenakan suatu proyek merupakan kegiatan
yang tidak rutin, sehingga jarang dilakukan atau bahkan sesuatu yang baru dan
berbeda dengan apa yang telah dilakukan. Inilah yang membuat perlu adanya
manajemen proyek di dalam suatu proyek sebagai pemegang peranan penting agar
proyek tersebut dapat terlaksana dengan baik. Suatu proyek selalu memiliki
spesifikasi dan ciri-ciri tersendiri, dengan perbedaan pada masing-masing
proyek tersebut, maka akan berbeda pula cara pengelolaanya, hal ini menunjukkan
bahwa manajemen proyek merupakan peranan yang cukup penting.
Saya mengambil contoh dengan keadaan dunia saat
ini yang terkena wabah dari COVID-19. Dapat dikatakan proyek disetiap negara
saat ini adalah upaya penanggulangan wabah COVID-19. Tetapi, wujud
penanggulangan yang dirancang oleh pemerintah disetiap negara tentu
berbeda-beda. Ini didasari dengan keadaan lingkup disetiap negara
berbeda-beda. Pemerintah Indonesia menetapkan skenario new normal yang
dilakukan pada beberapa daerah di Indonesia saat ini. Seperti kita ketahui, new normal merupakan skenario yang dilakukan
pemerintah Indonesia dalam penanggulangan COVID-19 saat ini dalam aspek
kesehatan dan sosial-ekonomi. Dapat kita lihat bahwa di Indonesia akibat dari wabah
COVID-19 saat ini tidak hanya menggannggu kesehatan masyarakat tetapi juga
mengganggu sosial-ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu maka pemerintah
mengeluarkan skenario new normal tersebut dalam upaya
penanganannya. Tentu dalam pelaksanaan penaggulangan wabah COVID-19 di
Indonesia para pemerintah juga melakukan tahapan seperti tahapan-tahapan
pada manajemen proyek seperti dalam pengadaan alat test, pembangunan rumah
sakit, tempat pengasingan masyarakat yang terkena wabah, skenario new
normal dan lain sebagainya. Juga dalam upaya penanggulangan wabah ini
tidak terlepas dari pola pikir yang ada pada sembilan ilmu manajemen proyek,
karena pengambilan kebijakan saat ini yang dilakukan pemerintah Indonesia
haruslah penuh kehati-hatian dan kecermatan agar proyek ini dapat membawakan
hasil yang baik. Hasil dari proyek penaggulangan wabah COVID-19 yang dilakukan
pemerintah saat ini dengan skenario new normal adalah
masyarakat dapat hidup berdampingan dengan virus tersebut sehingga terciptanya
kekebalan tubuh yang baik dan masalah sosial-ekonomi yang sudah
pulih. Namun, apabila proyek penanggulangan wabah ini gagal maka tidak
hanya pemerintah selaku pembuat proyek yang dirugikan, tetapi seluruh
masyarakat bangsa Indonesia juga dirugikan.
Dari contoh yang saya ambil ini dapat dilihat
bahwa pengimplementasian manajemen proyek tidak hanya berlaku di proyek
konstruksi ataupun proyek bisnis lain yang dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan. Pola pikir pengambilan keputusan, kebijakan dan
perencanaan dalam ilmu manajemen proyek dapat diterapkan pada sistem
pemerintahan yang ada. Dapat dilihat juga bahwa peran manajemen proyek untuk
menyelaraskan kebutuhan internal dan kondisi eksternal menjadi sangat penting.
Sehingga dapat dilihat dengan jelas bahwa manajemen proyek dengan segala fungsi
manajemen dan aktivitasnya, merupakan kolaborasi ilmu dan seni manajemen dalam
mencapai kinerja proyek yang berhasil guna dan berdaya guna. Adanya manajemen
proyek dapat memosisikan eksistensi dan pengadaan proyek sesuai tujuannya
dengan nilai tambah tertentu seperti yang diharapkan oleh para pemangku
kepentingan (stakeholder), diantara lain seperti pemerintah pusat dan
daerah, pihak swasta dan para masyarakat.
Sekian penjelasan dari saya semoga bermanfaat ya 😊
Reference
A Guide To The Project Management Body of Knowledge. (n.d.). Project Management Institute.
Admin. (2020, June 15). Penetapan
New Normal Harus Sesuai Kajian Ahli Epidemiologi. Retrieved from
sumeks.co:
https://sumeks.co/penetapan-new-normal-harus-sesuai-kajian-ahli-epidemiologi/
Admin. (n.d.). Program Sarjana (S1) Manajemen Rekayasa. Retrieved from del.ac.id: https://www.del.ac.id/?page_id=1789
Fawaid, J. (2020, June 2). Cermat
Menerapkan New Normal. Retrieved from news.detik.com:
https://news.detik.com/kolom/d-5036963/cermat-menerapkan-new-normal
Global Project
Management Handbook. (n.d.).
McGRAW_HILL.
penjelasan yang menarik. kalau boleh tau apakah semua proyek dapat menerapkan hal ini?
BalasHapusHalo, sejauh yang saya pelajari, semua proyek seharusnya menerapkan hal tersebut
HapusHi, aku mahasiswi Institut Teknologi Del dari jurusan yabg sama. Semua yang disampaikan menurut saya benar dan sejauh ini masuk akal. Bacaan yang sangat bermanfaat. Semangat terus untuk berkarya ya....
BalasHapusTerima kasih ilmunya, penjelasannya mudah dimengerti. Kedepanya saya ingin belajar untuk menyelesaikan proyek sesuai waktu yang ditetapkan
BalasHapusMenarik, ternyata cakupan manajemen proyek cukup luas :) semoga banyak aspek yang menerapkan manajemen proyek dalam problem solving agar saling terintegrasi dengan baik. terimakasih informasinya.
BalasHapusdari segi UI sudah enak untuk di lihat, informatif, Tingkatkan!!
BalasHapusInfo nya sangat bagus dan bermanfaat, apalagi ditengah kondisi ketidakpastiaan yg dihadapi diharapkan perusahaan dengan bijak dalam merencanakan serta mengambil keputusan.
BalasHapusHalo Dwita, tulisan yang sangat menarik dan sungguh menambah insight.
BalasHapusSakin tertariknya saya memiliki pertanyaan sebagai berikut:
1. Pada bagian "Sebuah proyek dikatakan memasuki tahap ini jika sudah mendapatkan beberapa dokumen seperti SPK (Surat Perintah Kerja), agreement, statement of work (SOW), purchase order atau bentuk kesepakatan lainnya", saya ingin bertanya darimana dapat surat-surat/agreement tersebut? Mungkin bisa diambil contoh skenario new normal oleh pemerintah untuk menanggulangi covid 19, apa saja dokumen yang perlu mereka siapkan dan dengan siapa mereka memvalidasi surat/agreement tersebut?
2. Terkadang teori berbeda dengan praktek yang terjadi, sama seperti 5 tahap manajemen proyek. Contohnya skenario new normal apakah benar-benar menerapkan tahapan tersebut (termasuk monitoring dll)?
Kemudian saya juga ada saran, untuk menyertakan referensi Anda dalam membuat tulisan tersebut. Mohon maaf terlalu banyak bertanya karena tulisanmu sangat menarik dan menambah pengetahuan
Terima kasih telah berbagi :)
Halo Nani, saya akan menjawab semampu saya ya
Hapus1. Pada contoh new normal, dokumen yang perlu dipersiapkan ialah surat permohonan pengajuan new normal pemerintah kabupaten/kota yang kemudian dikirim kepada Menteri Kesehatan. Jika Menteri Kesehatan telah menyetujui surat permohonan pengajuan tersebut maka daerah tersebut dapat memberlakukan new normal di daerahnya. Penyutujuan permohonan (agreement) ini disampaikan melalui surat keputusan. Selanjutnya, pemerintah kabupaten/kota membuat surat edaran tentang pemberlakuan new normal, yang kemudian ditinjak lanjuti oleh para kepala dinas di daerah tersebut dengan mengeluarkan petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan new normal berdasarkan ketentuan dari GUGUS COVID-19. Petunjuk teknis di daerah tersebut diberikan oleh kepala dinas daerah tersebut sesuai dengan bagiannya masing-masing
2. Dalam skenario new normal ini, memang akan melalui tahapan-tahapan seperti manajemen proyek. Namun, spesifiknya tidak sama dengan proyek konstruksi maupun proyek bisnis yang diakukan perusahaan-perusahaan pada umumnya. Tahapan pada new normal ini seperti tahap initiation ini ketika Pemerintah Daerah sudah mendapatkan agreement dari Menteri Kesehatan, tahapan planning menghasilkan dokumen ketentuan penerapan new normal. tahapan executing pengendalian sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, mugkin untuk saat ini belum terlalu terlihat hasil dari tahap ii dikarenakan new normal masih berlangsung selama beberapa hari, dan terakhir tahap closing, tahapan ini pasti akan diterapkan karena tahapan ini ada proses penyelesaian seluruh aktivitas
Untuk sarannya terimakasih Nani, saya akan mengupdate kembali semoga refrensi nya membantu ya :)
Penjelasannya bagus dan mudah dimengerti
BalasHapusWah keren , terima kasih ilmunya
BalasHapusInfo yang diberikan mudah untuk dimengerti, cukup jelas dan sangat bermanfaat, terutama bagi calon mahasiswa yang masih ragu untuk memilih jurusan info ini dapat menjadi referensi yang baik.
BalasHapusTerimakasih kepada penulis dan tetap berkarya.
Hai Dwita,
BalasHapusIlmu yang kamu paparkan sangat membantu ya. Meskipun dalam penerapannya masih banyak proyek yang tidak sesuai dengan teorinya. Bagaimana menurutmu tentang hal tersebut?
Terima kasih sudah berbagi ya, Dwita^^
Hai Tri Winda,
HapusMenurut saya teori inilah sebagai patokan/ketetapan kita menjalankan suatu proyek. Nah, jika pada penerapannya proyek tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan maka kemungkinan akan adanya kendala pada proyek tersebut sangat besar. Sebagai contoh, jika tidak melakukan tahapan execution maka penjadwalan yang ditetapkan mungkin saja tidak berjalan dengan baik sehingga menggangu deadline dari kesepakatan yang telah dibuat, ataupun jika tidak ada anggaran biaya yang jelas, maka tidak adanya pertanggung jawaban kepada pihak stakeholder ini akan menyebabkan minimnya kepercayaan dari pihak stakeholder yang akan berdampak pada proyek tersebut. Untuk mencegah hal tersebut Manajemen Proyek harus berperan aktif dalam proyek tersebut.
Semoga penjelasan saya membantu ya Tri Winda, dan terimakasih sudah mampir ke blog saya :)
Hai, Dwita :)
BalasHapusTerima kasih sudah berbagi ilmunya. Penjelasan yang diberikan menarik dan mudah untuk dipahami. Sukses terus dan semoga semakin sering berbagi ilmu.
Wah.. Saya senang membaca tulisan anda. Tulisan anda sangat menarik dan menambah wawasan saya terhadap situasi yang dihadapi saat ini, terkhusus penerapan new normal. Saya ingin bertanya, ketika suatu proyek diterapkan, seperti penerapan new normal, dengan hal-hal tersebut, apakah dapat terwujud sesuai dengan perencanaan di awal dan target waktunya juga tercapai tepat waktu sehingga masyarakat, pihak pengelola, dan juga pemerintah dapat saling berinteraksi dengan baik? Apakah ada kemungkinan lain, seperti beberapa faktor yang akan menghambat suatu penerapan dari proyek tersebut? Terima kasih.
BalasHapusHalo Ruth Citra,
HapusDengan menerapkan manajemen proyek, akan meminimalkan ketidakpastian dalam suatu proyek tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan perencanaan ataupun target yang telah ditetapkan di awal dapat melenceng atau pun tidak tercapai. Hal ini juga dapat tergantung dari sumber daya yang ada dan keputusan-keputusan manajer proyek tersebut ataupun kurangnya komunikasi dilapangan antar pemangku kepentingan. Faktor-faktor lain juga dapat berpengaruh seperti faktor alam yang tidak dapat diprediksi. Begitu juga halnya dengan penerapan pada skenario new normal. Kemungkinan tujuan dari penerapan tersebut tidak berhasil juga ada.
Semoga penjelasan saya membantu ya, terimakasih sudah mampir ke blog saya :)
Terima kasih atas jawaban anda. Saya sangat puas dengan jawabannya. Tetap semangat terus dalam menulis.
Hapus
BalasHapusHalo kk, wah dengan membaca tulisan Ada Saya bisa lebih memahami apa itu Managemen Rekayasa.saya mengatakan
seperti itu karena, tulisan and sangat terstruktur dengan baik sehingga dapat menarik minat pembaca untuk membacanya Dan tentunya dapat dengan mudah dipahami. Pokoknya tulisan penjelasan anda sangat bermamfaat apalagi untuk TK 1 Dan juga untuk adik adik SMA yang Mau milih jurusan. Terimakasih kak
I must say you really know how to write!!
BalasHapusinformatif nih, tingkatkan
BalasHapusWah, terimakasih atas informasinya kak Dwita. Sangat bermanfaat untuk siswa/i SMA yg hendak memilih jurusan di perkuliahan nantinya
BalasHapusIlmunya sangat bermanfaat terimakasih sharenya
BalasHapusWahh, terimakasih informasinya. Pemahaman saya akan manajemen proyek semakin bertambah
BalasHapusHai Dwita, Terimakasih atas informasi dan ilmunya
BalasHapusInformasi yang diberikan sangat lengkap sehingga menambah referensi bagi saya mengenai manajemen proyek ini..
BalasHapusTetap berkarya penulis.
Terima kasih untuk penjelasannya mba dwita. Sekarang saya paham bahwa manajemen proyek dapat diimplementasikan juga pada kehidupan sehari2
BalasHapusPenjelasana tentang manajemen proyeknya sangat ringan dan gampang dimengerti. Sangat menarik ya
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya dwita
BalasHapusPenjelasan mengenai manajemen proyek yang sangat lengkap dan sangat membantu pembaca bagaimana memanajemen sebuah proyek dengan baik. Terima kasih telah membagi ilmunya kapada kami penulis.
BalasHapusTerimakasih sudah berbagi info menarik :)
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih sudah berbagi ilmu. Salam
BalasHapusSangat bermanfaat dan informatif
BalasHapusHalo, Dwita. Terimakasih tulisannya. Membuka pemikiran banyak orang, kontennya rapi dan menarik
BalasHapusHalo, Dwita. Terimakasih tulisannya. Membuka pemikiran banyak orang, kontennya rapi dan menarik
BalasHapusSangat inspiratif info yang diberikan... Membuat orang yang kurang paham menjadi paham mengenai jurusan manajemen rekayasa
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMakasih atas infonya Dwitaa. Tetap berkarya yaa��
BalasHapusArtikel ini sangat bermanfaat.
BalasHapusTapi saya memiliki satu pertanyaan. Menurut anda apa satu perbedaan yang paling mencolok apabila suatu proyek menggunakan tahap tahap seperti diatas dan yang tidak? terimakasih
Proyek yang menggunakan manajemen proyek yang baik tentunya akan meminimalkan ketidakpastian dalam proyek tersebut, jadi kemungkinan untuk gagal juga minim, sangat berbeda dengan proyek yang tidak menerapkan manajemen proyek yang baik. seperti yang saya katakan di balasan komentar sebelumnya bahwa proyek yang tidak menerapkan manajemen proyek yang baik mempunyai kemungkinan gagal sangat besar dan pasti alur pengerjaannya terganggu (tidak lancar).
HapusSemoga jawaban saya membantu yaa. Terimakasih...
Informasi nya sangat bermanfaat 👍
BalasHapusWahhh info nya cukup menarik!
BalasHapusAwesome!! Terimakasih ilmunyaa, Dwita. You did it well
BalasHapusTerima kasih ilmunya, dwita. Penjelasan kamu terasa dekat dan mudah dimengerti. You did it well!
BalasHapusArtikel yang bagus, terima kasih banyak kak.
BalasHapusKeren banget! Manajemen proyek memang sangat penting! Terima kasih atas artikel yang sangat baik ini, ditunggu artikel selanjutnya yaa..
BalasHapusArtikel yang menarik dan mudah dipahami. Terimakasih kak
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat menambah wawasan..... tepat sekali, dalam pengadaan proyek itu sangat dibutuhkan manajemen proyek dari mulai perencanaan hingga evaluasi pengerjaan proyek sehingga proyek dapat sesuai dengan target yang diharapkan. Nice!!!!
BalasHapusJalan pikiran yang patut diapresiasi
BalasHapusKeren..
BalasHapusMateri nya mudah dimengerti
Sukses kedepannya yaa
Sangat informatif.. Terimakasi bagi penulis. Saya tunggu artikel berikutnya.. Selamat berkarya!!
BalasHapusPenjelasannya bagus dan mudah dimengerti
BalasHapusTulisan yang sangat informatif dengan bahasa yang midah untuk dimengerti. Ditunggu artikel berikutnya yaa
BalasHapusInformasi yang diberikan sangat membantu dalam memahami manajemen proyek
BalasHapusSaya mendapat ilmu baru lagi tulisannya mudah dipahami. Sangat bermanfaat untuk dibaca bagi semua kalangan
BalasHapuswaah menambah wawasan sekali artikel yang anda buat
BalasHapussoal nya masyarakat juga pasti butuh info yang seperti ini terlebih pemerintah
semangat berkarya !
Terimakasih infonya sangat bermanfaat.
BalasHapusTetap semangat dan terus berkarya. 💪💪💪💪
Bacaan nya sangat menggambarkan dunia management pada umumnya. Kebetulan saya bekerja di bagian product management. Juga dalam kehidupan sehari-hari ilmu ini bisa diterapkan untuk me-manage segala sesuatu.
BalasHapusSangat bermanfaat sekali, mantappp
BalasHapuswahh sangat informatif dan baik untuk dibaca alih2 nambah pengetahuan hihi
BalasHapusMantabb!
Mantap bet nih. Bermanfaat
BalasHapusKeren... Sangat bermanfaat. Karena saya jg sedang memplajari mengenai manajemen proyek. Jadi makin paham
BalasHapusTerimakasih Dwita
Inspiratif dan sangat bermanfaat. Karena saya jg sedang memplajari mengenai manajemen proyek. Jadi makin paham
BalasHapusTerimakasih Dwita
Inspiratif banget sih , baru paham ternyata implementasi nya seperti itu ya. Terimakasih infonya
BalasHapus